Headline News

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan Di Fasilitas Kesehatan Yang Memadai

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan Di Fasilitas Kesehatan Yang Memadai

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan Di Fasilitas Kesehatan Yang Memadai

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan Di Fasilitas Kesehatan Yang Memadai

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan Di Fasilitas Kesehatan Yang Memadai

Kegiatan orientasi dilaksanakan di Kupang tanggal 5 s/d 6 Juni 2017. Kegiatan ini dilaksanakan dengan dasar pemikiran bahwa :

  1. Tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) sebagai kelanjutan dari Millenium Development Goals (MDGs) untuk bidang kesehatan adalah menjamin kehidupan yang sehat dan baik untuk semua orang di segala usia. Rencana strategis RPJMN 2015-2019 di Kemenkes meliputi antara lain peningkatan status kesehatan ibu, bayi, balita, remaja, kelompok usia produktif dan lanjut usia, pengendalian beban ganda penyakit, peningkatan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang berkualitas.
  2. Kebugaran jasmani merupakan indikator fungsi organ yang optimal, terutama fungsi jantung, paru-paru, dan otot rangka yang dapat menggambarkan kualitas hidup sehari-hari. Tingkat kebugaran yang rendah menjadi salah satu faktor risiko seseorang untuk mengalami penyakit akibat kurang gerak dan dapat berdampak pada penurunan produktifitas maupun prestasi. Tingkat kebugaran jasmani dapat diukur melalui tes kebugaran yang hasilnya dapat digunakan untuk menentukan jenis aktifitas fisik, latihan fisik dan olahraga yang sesuai.
  3. Dalam Renstra Kemenkes RI Tahun 2015-2019 ditargetkan bahwa 30% jemaah haji diperiksa kebugarannya dan 75% puskesmas melakukan pembinaan kesehatan olahraga anak sekolah dimana salah satu kegiatannya adalah pengukuran kebugaran.
  4. Sebagai tindak lanjut kebijakan Kemenkes RI tersebut, maka Dinas Kesehatan Provinsi NTT menyelenggarakan kegiatan sosialisasi program kesehatan olahraga termasuk kebugaran jasmani kepada stakeholder terkait.

Tujuan dari kegiatan orientasi ini adalah :                      

  1. Meningkatnya pemahaman tenaga kesehatan dalam melakukan pemeriksaan kebugaran dan pembinaan kesehatan olahraga kepada kelompok masyarakat termasuk calon jemaah haji.
  2. Meningkatnya dukungan lintas program dan lintas sektor dalam pembinaan kesehatan olahraga.

Kegiatan diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang. Peserta meliputi para kepala puskesmas dan pengelola program kesehatan olahraga dari 11 puskesmas di Kota Kupang, lintas program pada dinas kesehatan dan stakeholder lingkup Pemerintah Kota Kupang maupun Pemerintah Provinsi NTT.

Adapun materi orientasi meliputi:

  • Kebijakan Nasional Penyelenggaraan Kesehatan Olahraga termasuk Pembinaan Kebugaran Jasmani Calon Jemaah Haji
  • Implementasi Kesehatan Olahraga di Puskesmas
  • Penyelenggaraan Kesehatan Olahraga di Destinasi Wisata
  • Penilaian/Metode Kebugaran Jasmani
  • Latihan Fisik Baik, Benar, Teratur dan Terukur (BBTT) sesuai Kaidah Kesehatan pada Orang Sehat

Materi disampaikan dengan metode ceramah, tanya jawab dan praktek. Narasumber kegiatan ini berasal dari Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan UPT Pelatihan Tenaga Kesehatan Kupang.

Dalam orientasi tersebut dilakukan latihan/praktek pengukuran kebugaran jasmani dengan metode Rock Port. Peserta diminta berjalan cepat/jogging sejauh 1,6 Km pada lintasan datar dan dicatat waktu tempuhnya kemudian dibandingkan Kapasitas Oksigen Maksimumnya (VO2max) sesuai tabel standar, selanjutnya dinilai kebugarannya berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur.

 

 Tabel 1.:Hasil pengukuran/tes kebugaran menggunakan metode Rock Port terhadap 19 orang peserta diperoleh hasil Tingkat Kebugaran sebagai berikut:

Tingkat Kebugaran Jumlah %
Baik 1 orang 5,3
Cukup 10 orang 52,6
Kurang 8 orang 42,1

 

 

Selanjutnya untuk meningkatkan atau mempertahankan kebugaran peserta tes, tim penilai memberikan beberapa petunjuk/konseling kepada mereka sesuai tingkat kebugarannya:

  1. a.Program latihan fisik untuk Tingkat Kebugaran Jantung-Paru Kategori Kurang
    1. Frekuensi latihan fisik cukup 2 kali seminggu
    2. Intensitas latihan fisik dengan denyut nadi 100-120/menit
    3. Lamanya latihan fisik cukup 20-30 menit, diluar waktu pemanasan dan pendinginan.
    4. Tipe/jenis latihan fisik hanya dengan aerobik tipe 1 saja.
  1. b.Program latihan fisik untuk Tingkat Kebugaran Jantung-Paru Kategori Cukup
    1. Frekuensi latihan fisik cukup 3 kali seminggu
    2. Intensitas latihan fisik dengan denyut nadi 120-130/menit
    3. Lamanya latihan fisik cukup 30-40 menit, diluar waktu pemanasan dan pendinginan
    4. Tipe/jenis latihan fisik hanya dengan aerobik tipe 1 dan 2.
  1. c.Program latihan fisik untuk Tingkat Kebugaran Jantung-Paru Kategori Baik
    1. Frekuensi latihan fisik cukup 4-5 kali seminggu
    2. Intensitas latihan fisik dengan denyut nadi 130-150/menit
    3. Lamanya latihan fisik cukup 40-60 menit, diluar waktu pemanasan dan pendinginan
    4. Tipe/jenis latihan fisik hanya dengan aerobik tipe 1, 2 dan 3.

 

 

Salam sehat, bugar dan produktif....!!!

Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga

Bidang Kesehatan Masyarakat

Dinas Kesehatan Provinsi NTT