Setiap tahun seluruh rakyat Indonesia bergembira bersama menyiapkan berbagai acara merayakan hari jadi negeri tercinta. Moment penting ini digunakan seluruh rakyat Indonesia beserta seluruh elemen pemerintahan sebagai moment untuk memacu tekad dalam mengisi nilai-nilai kemerdekaan dengan pembangunan. Hal yang sama dilakukan oleh seluruh rakyat NTT dan elemen pemerintahan, khususnya Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Dinas Kesehatan Provinsi NTT dalam rangka menyambut peringatan Hari UlangTahun (HUT) Republik Indonesia (RI)  Ke 74 bertema “Menuju Indonesia Unggul” tahun 2019 bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT drg. Dominikus Minggu, M.Kes beserta Kepala Bidang dan Kepala Seksi Dinas Kesehatan Provinsi NTT serta jajarannya, Selasa (15/7) menyiapkan berbagai rencana rangkaian kegiatan persiapan menyambut HUT RI ke 74 yang ini dibahas dalam coffemoring di ruang Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Memeriahkan perayaan ini Dinas Kesehatan NTT menyiapkan dua belas agenda penting yang direncanakan menjadi bagian dari rangkaian acara menyambut peringatan HUT RI  Ke 74. Agenda Pertama mengadakan kegiatan donor darahyang  akan di laksanakan di Lantai 1 Kantor Gubernur Provinsi NTT. Kedua melakukan pelayanan administrasi kependudukan berupa Kartu Identitas Anak (KIA) untuk anak usia 0 < 17 tahun dan dokumen administrasi kependudukan lain. Agenda ketiga & keempat melakukan live dengan tema antisipasi perubahan iklim dan melakukan wawancara dengan tenaga kesehatan teladan yang rencananya akan di siarkan di salah satu stasiun tv negeri yaitu TVRI. Agenda kelima melakukan pemberantasan sarang nyamuk di salah satu kelurahan model di Kota Kupang yaitu Kelurahan Manutapen. Keenam Kegiatan pembagian kelambu masal di pulau Semau. Ketujuh melakukan Kaporitisasi di pulau Semau. Kedelapan Pembagian biscuit bagi Ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) & balita di Desa Akle Pulau Semau. Kesembilan mendirikan  Pos Binaan Terpadu (POSBINDU) dilokasi Pameran Pembangunan Kupang. Kesepuluh melakukan Pap Smear. Sebelas menggelar pameran foto orang dengan gangguan jiwa di lokasi Pameran Pembangunan Kupang. Dua belas menggelar lomba menyanyi lagu kebangsaan & lagu pilihan serta vocal group.
Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancer & member manfaat bagi masyarakat dan Negara. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan dan rasa cintatanah air, Negara Kesatuan Republik Indonesia.(wartadinkes)

Salam Sehat, Sehat dimulai dari saya, Sehat NTT, Sehat Indonesia.

Minggu malam tanggal 14 Juli 2019, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT Drg. Dominikus Minggu, M.Kes membuka secara resmi kegiatan Penguatan Audit Maternal Perinatal (AMP) Terintegrasi dalam Surveilans Kematian Ibu (SKI) di Hotel T-More Kota Kupang.  Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bidang Kesehatan Masyarakat melalui Seksi Kesehatan Keluarga, Gizi dan KB Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Peserta kegiatan ini berasal dari 11 Kabupaten/Kota terpilih (Kota Kupang, Kupang, TTS, Belu, Lembata, Flotim, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, Sumba Barat, Sumba Timur), masing-masing Kabupaten/Kota sebanyak 3 orang yang terdiri dari pengelola data program kesehatan keluarga Kabupaten/Kota, Bidan Koordinator, dan Bidan Rumah Sakit.  Narasumber selain berasal dari lingkup Dinas Kesehatan Provinsi NTT juga berasal dari IBI NTT dan dokter Spesialis Obgyn dan Anak RSUD W.Z Johannes Kupang.

Latar belakang kegiatan ini adalah Kematian Maternal dan Neonatal yang masih menjadi masalah baik di Indonesia maupun Provinsi NTT. Kematian Ibu di Provinsi NTT tahun 2018 sebanyak 158 kasus dan kematian Bayi sebanyak 1265 kasus. Faktor penyebab kematian Ibu didominasi oleh perdarahan, sedangkan kematian Bayi didominasi oleh BBLR dan Asfiksia. Upaya peningkatan dan pengendalian mutu pelayanan antara lain dilakukan dengan kegiatan AMP. Data AMP tingkat Kabupaten/Kota diharapkan dapat digunakan dalam proses audit di tingkat provinsi untuk menghasilkan kebijakan tingkat tinggi melalui Confidential Enquiries into Maternal (&Neonatal) Deaths (CEMD). Dinas Kesehatan Provinsi dalam kegiatan CEMD berkepentingan untuk mengumpulkan data AMP dari seluruh Kabupaten/Kota di wilayahnya, serta diharapkan dapat memfasilitasi kegiatan AMP di Kabupaten/Kota apabila terjadi kematian lintas batas dan menyediakan pengkajian eksternal bagi Kabupaten/Kota yang memerlukan.

Diharapkan dengan terselenggaranya kegiatan ini akan meningkatan kemampuan Kabupaten/Kota dalam perencanaan program KIA dengan memanfaatkan hasil kegiatan AMP, mengkaji, menganalisis kematian di fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah kerja masing-masing.

Dalam sambutan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi NTT menegaskan bahwa setiap kematian harus di audit. Dicari penyebab kematiannya, apakah berkaitan dengan skill, atau berkaitan dengan sarana dan prasarana yang kurang, atau pun karena infrastruktur yang berkaitan dengan rujukan. Sejalan dengan program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga maka pelayanan tidak hanya di dalam gedung tetapi juga di luar gedung.  Dengan kegiatan di luar gedung kita akan mengetahui secara pasti posis iibu hamil yang resiko tinggi juga kejadian kematian ibu dan bayi di masyarakat.  Jadi tidak adalagi kepala Puskesmas ataupun tenaga kesehatan puskesmas lainnya yang cumaada di dalam gedung, harus mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat.
Ibu Maria Matildis Banda sebagai penulis  Novel Wijaya Kusuma dari Kamar Nomor 3, pada akhir pembukaan berkesempatan berbagi cerita tentang isi Novelnya yang menceritakan bagaimana perjuangan seorang Bidan di desa dan tenaga Kesehatan dalam menyelamatkan seorang ibu yang akan melahirkan.

Kupang , 14 Juli 2019, Warta Dinkes NTT

Salam Sehat;
Sehat dimulai dari Saya;
Sehat NTT
Sehat Indonesia

 
Foto Bersama Narasumber dan Peserta Pertemuan
Sumber: Warta Dinkes NTT

Meningkatnya angka kematian ibu di NTT akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan dan patut mendapat perhatian yang intensif dari berbagai pihak tidak terkecuali pihak kesehatan.Faktor yang menjadi penyebab kematian juga terdiri dari berbagai faktor, salah satunya karena perdarahan. Berdasarkan Data Kesga tahun 2017, AKI di NTT mencapai27,1 % dikarenakan perdarahan sedangkan9% diakibatkan oleh perdarahan yang tidak tertangani karena ketidaktersediaan darah tepat waktu (POGI tahun 2015). Menanggapi problematika tersebut Dinas Kesehatan Provinsi NTT melalui Bidang Pelayanan Kesehatan Seksi Pelayanan Primer dan Tradisional menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknik Quickwins Pelayanan Darah sebagai bagian dari penindak lanjutan PERMENKES nomor 92 tahun 2015 tentang petunjuk teknis pelaksanaaan program kerjasamaantara Puskesmas, Unit Transfusi Darah(UTD) dan Rumah Sakit dalam Pelayanan Darah untuk menurunkan angka kematiaan ibu.

Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah menjamin terpenuhinya kebutuhan darah yang aman bagi ibu melahirkan disuatu wilayah dan meningkatkan peran serta masyarakat untuk menjadi pendonor darah sukarela. Kegiatan ini dihadiri oleh 18 Peserta yang berasal dari 6 Kabupaten (Kabupaten Alor, Flores Timur, Malaka, Nagekeo,Ngada dan Sumba Barat) yang terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dan Kepala UTD Kabupaten. Rapat dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT drg. Dominikus Minggu, M.Kes, yang juga sebagai narasumber. Dalamsambutannya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT mengharapkan agar antara Puskesmas, Unit Transfusi Darah dan Rumah Sakit Harus Kabupaten harus saling berkolaborasi untuk penyediaan sarana dan fasilitas pelayanan darah yang memadai dan juga pembenahan manajemen pelayanan dasar melalui kebijakan-kebijakan yang dapat mendukung upaya penurunan angka kematian ibu di NTT. Hal konkrit yang bias dilakukan oleh UTD adalah bukan hanya melayani darah tetapi juga harus mempunyai  data dasar calon pendonor darah, memahami secara manajemen pengelolaan dan alur pengambilan dari data-data calon pendonor yang bertujuan untuk menjamin ketersediaan darah sesuai kebutuhan dan tepat waktu.
Adapun output yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya nota kesepahaman (MoU) antara puskesmas, rumah sakit, dan UTD dalam pelayanan darah untuk menurunkan angka kematian ibu.
 

Foto :Penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) antara puskesmas, RS dan UTD
drg. Bonar B. Sinaga, M. Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat salah satu peserta pertemuan ini mengatakan bahwa pertemuan ini sangat bermanfaat sehingga perlu pemantapan kerjasama Dinkes, Rumah Sakit dan UTD, dan juga perlunya recruitment dan peningkatan kapasitas tenaga transfuse darah sehingga quickwins pelayanan darah dapat menjawab kebutuhan darah sehat dan berkwalitas di NTT.

Kupang, 8 Juli 2019, Warta Dinkes NTT.

**Berita Ini disiarkan oleh Warta Dinkes Provinsi NTT, Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui alamat e-mail This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.**

Pencegahan stunting menjadi prioritas nasional yang juga harus menjadi prioritas dari setiap tingkatan pemerintahan dalam penyusunan rencana dan anggaran pembangunan nasional maupun daerah. Upaya konvergensi pencegahan stunting merupakan pendekatan intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan bersama-sama serta melibatkan lintas sektor dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan kegiatan.

Komitmen yang tinggi dari pemerintah daerah Kabupaten Flores Timur bersama seluruh pemangku kepentingan lainnya dalam upaya percepatan pencegahan dan penanganan stunting telah diawali dengan Deklarasi Flores Timur Gempur Stunting pada tanggal 16  November 2018.

Dalam rangka mewujudkan konvergensi percepatan pencegahan stunting di Kab. Flores Timur, perlu dibangun pemahaman dan kerja secara bersama-sama diantara seluruh pemangku kepentingan di daerah ini baik di level kabupaten, kecamatan, dan maupun di level desa/kelurahan. Dengan demikian diharapkan akan terbangun sinergi yang lebih besar untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal dalam konteks percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting di daerah.

Kamis, 11 Juli 2019, bertempat di Lapangan Lebao Kelurahan Pukentobi Wangibao – Kec. Larantuka – Kab. Flores Timur – Provinsi  NTT, dilaksanakan kegiatan Rembuk Stunting dan Launching PMT Terfokus Gerobak Cinta (Pelayanan dengan kasih sayang) dengan peserta yang terdiri dari : Bupati dan Wakil Bupati Kab. Flores Timur, Unsur Muspida, Sekretaris Daerah, Anggota DPRD, Pimpinan OPD Lintas sektor terkait lingkup Pemkab Flores Timur, Camat, Kepala Puskesmas, Kepala Desa dan Lurah se Kab. Flores Timur, Lembaga Perguruan Tinggi di Kab. Flores Timur, Tim Penggerak PKK Kabupaten dan Dharmawanita, LSM/Yayasan, Tokoh agama, Tokoh masyarakat, Organisasi perempuan dan organisasi pemuda.

Diharapkan dengan terselenggaranya kegiatan ini Adanya komitmen penurunan stunting yang ditandatangani oleh Bupati, Perwakilan DPRD, para pimpinan OPD, para Camat, para Kepala Desa, dan perwakilan sektor non pemerintah dan masyarakat serta Rencana Kegiatan intervensi gizi terintegrasi penurunan stunting yang telah disepakati oleh lintas sektor untuk dimuat dalam RKPD/Renja OPD serta RKPDes tahun berikutnya.

Kamis, 11 Juli 2019, Warta Dinkes NTT


Kasus kematian bayi pada tahun 2018 sebanyak 1.265 kasus mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya terutama di beberapa kabupaten di Provinsi NTT. Menaggapi isu tersebut Dinas Kesehatan Provinsi NTT bekerjasama dengan Action Against Hunger (AAH) mengadakan workshop Pengembangan Kurikulum Management Terpadu Balita Sakit (MTBS) dengan sasaran utama mahasiswa kesehatan.
MTBS adalah Pendekatan terpadu dalam pengelolaan balita yang sakit dengan focus secara menyeluruh pada kesehatan anak usia 0-59 bulan (balita). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang yang berasal dari Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten Kupang, Poltekkes Kupang, STIKES CHMK, STIKES Maranatha serta Dokter/bidan & Perawat se-Provinsi NTT. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT drg. Dominikus Minggu, M.Kes, yang juga sebagai narasumber beserta Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Prov. NTT & Direktur Poltekkes Kupang.
Memasukkan MTBS dalam system kurikulum pendidikan diharapkan mampu mempersiapkan mahasiswa kesehatan dalam menggunakan metode MTBS saat praktek di lapangan sehingga dapat membantu mengurangi mortalitas & morbiditas kematian bayi di Provinsi NTT. Konsep pendekatan MTBS yaitu bentuk strategi pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mengurangi angka kematian, morbiditas dan kecacatan bayi dan balita di puskesmas yang tidak memiliki dokter. (wartadinkes)

Kupang, 4 Juli 2019, Warta Dinkes NTT

Sedang Online

We have 10 guests and no members online

Login Anggota

RAKERKESDA PROVINSI NTT, Hotel Aston Kupang, 23 – 26 April 2019, Tema “KOLABORASI PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN ANTARA PUSAT DAN DAERAH MENUJU NTT BANGKIT DAN SEJAHTERA DALAM BINGKAI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA ”

RAKERKESDA PROVINSI NTT, Hotel Aston Kupang, 23 – 26 April 2019, Tujuan : “MENINGKATKAN KOLABORASI PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA DENGAN DUKUNGAN PUSAT DALAM PENGUATAN PELAYANAN KESEHATAN MENUJU CAKUPAN KESEHATAN SEMESTA”

RAKERKESDA PROVINSI NTT, Hotel Aston Kupang, 23 – 26 April 2019, Tema “KOLABORASI PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN ANTARA PUSAT DAN DAERAH MENUJU NTT BANGKIT DAN SEJAHTERA DALAM BINGKAI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA ”

RAKERKESDA PROVINSI NTT, Hotel Aston Kupang, 23 – 26 April 2019, Tujuan : “MENINGKATKAN KOLABORASI PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA DENGAN DUKUNGAN PUSAT DALAM PENGUATAN PELAYANAN KESEHATAN MENUJU CAKUPAN KESEHATAN SEMESTA”

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan Di Fasilitas Kesehatan Yang Memadai