Sejalan dengan Kebijakan Presiden Negara Republik Indonesia (RI) terkait peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Program Kementerian Kesehatan yaitu Program Indonesia SehatPendekatanKeluarga (PIS-PK), Dinas Kesehatan (DINKES) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)menjalankan tugas dan fungsinya bekerjasama dengan berbagai pihak dalam memberikan kebijakan untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pelayanan agar menjangkau seluruh masyarakat Provinsi NTT. Salahsatukerjasamayang terjalinyaitudenganUnited Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) yang berada dibawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dengan focus terkait masalah ibu dan anak.

Kepala Dinas Kesehatan, drg. Dominikus Minggu, M.Kes menerimakunjunganperwakilan UNICEF yang dipimpin dr. Vama Chrisnadarmani kekantor Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur diruang kerjanya untukmembahaskerjasama yang sudah terjalin selama ini. Ditemani secangkir kopi hangat percakapan semakin menarik membahas terkait mengintegrasikan kebijkan pusat dan kebijakan Gubernur Nusa Tenggara Timur yang diterapkan Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan UNICEF dalam proses kerjasama untuk menyelesaikan masalah kesehatan. Terdapat tiga tahap integrasi yang diterapkan dimulai dari perencanaan, implementasi & evaluasi. Pada tahap perencanaan sebagai contoh Dinas Kesehatan menyampaikan beberapa masalah utama kesehatan terkait ibu dan anak yang terjadi di provinsi NTT seperti stunting dan gizi buruk untuk kemudian bersam UNICEF memilih kegiatan terkait prioritas masalah yang ditentukan. Pada tahap implementasi, kegiatan dijalankan sesuai peran masing-masing (Dinas Kesehatan, UNICEF &stake holder)untuk mencapai tujuan bersama.Pada tahap evaluasi, kegiatan evaluasi post training, penyusunan quisioner dan perencanaan kembali kegiatan kedepannya dilakukan bersama-sama. Isu lain yang turut hangat diperbincangkan adalah penanggulangan dan penanganan masalah kesehatan bayi & balita dalam kerjasama yang terjalin antar Dinas Kesehatan dan UNICEF terkait masalah stuntingdan gizi buruk yang menjadi perhatian penting karena tingginya kasus yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur berdasarkan standar nasional.
Kerjasama Dinkes dan UNICEF dirasa sudah sangat baik dengan memikul tanggung jawab bersama,  kerja tim yang kuat,efisiensi, efektifitas, visi yang sama yaitu percepatan penurunan angka kematian Ibu dan bayi, stunting dan gizi buruk serta nilai kepercayaan untuk dapat menuju ke arah yang lebih baik seperti yang disampaikan drg. Dominikus Minggu, M.Kes dalam pertemuan tersebut. UNICEF juga berperan aktif dan berkontribusi dalam setiap tahapan kegiatan, member bantuan besar dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang ada diProvinsi NTT. Diharapkan kerjasama ini dapat terus terjalin dan membawa derajat kesehatan masyarakat NTT kearah yang lebih baik.(Wartadinkes)

unicef1    unicef2

Kamis,18 Juli 2019

Wartadinkes, NTT
Salam Sehat;
Sehat Dimulai Dari Saya;
Sehat NTT
Sehat Indonesia

 
Meningkatnya angka kematian ibu di NTT akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan dan patut mendapat perhatian yang intensif dari berbagai sektor tidak terkecuali sektor kesehatan. Penyebab utama kematian bayi baru lahir  yang sering terjadi antara lain pernafasan (asfiksia), prematuritas dan sepsis (laporan SDKI ). Fakta lain menyebutkan bahwa masih ada faktor risiko diantaranya akses layanan rujukan dan kualitas pelayanan dan penangannnya serta kompetensi pemberi pelayanan kesehatan pada tata laksana bayi baru lahir.   Dalam laporan SDGs oleh Bappenas tahun 2017, kematian neonatal atau bayi baru lahir di NTT sebesar 26 per 1000 kelahiran hidup (nasional 20 per 1000 kelahiran hidup) dan kematian balita sebesar 58 per 1000 kelahiran hidup (nasional 42 per 1.000 kelahiran hidup). Menyikapi  problematika tersebut Dinas Kesehatan Provinsi NTT melalui Seksi  Kesehatan Keluarga, Gizi dan KB  bersama UNICEF dan LSM YASATU menggelar pertemuan yang membahas tentang pembentukan Tim Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak Di Provinsi Nusa Tenggara Timur.  

Adapun tujuan dari pelaksanaan pertemuan ini adalah untuk membentuk tim terpadu peningkatan mutu pelayanan kesehatanibu dan anak serta percepatan penanggulangan stuntingdi Provinsi NTT. Pertemuan ini dihadiri oleh 27 peserta yang berasal dari lingkup Dinas Kesehatan Provinsi NTT, perwakilan dari UNICEF dan LSM YASATU yang bertempat di Aula Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Rapat dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT drg. Dominikus Minggu, M.Kes.  Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi  NTT mengharapkan dengan dibentuknya tim percepatan ini, kajian dan dukungan teknis pada kabupaten/kota dalam layanan kesehatan ibu dan anak dapat dilaksanakan secara lebih terstruktur sehingga upaya pencegahan kematian ibu dan bayi baru lahir dapat dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien.  

Output yang dihasilkan dari pertemuan ini adalah adanyaSK Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT tentang tim terpadu peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak serta percepatan penanggulangan Stunting, dokumen tugas, wewenang dan tanggung jawab tim mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak, dokumen rencana kerja tim peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak,cheklist mentoring dan monitoring kualitas pelayanan bayi baru lahir rumah sakit kabupaten terpilih serta buku pedoman action plan/ Rencana Aksi Daerah- Kesehatan Bayi Baru Lahir Di Tingkat Provinsi NTT.

Kupang, 17 Juli 2019

Salam Sehat, Sehat dimulai dari saya, Sehat NTT, Sehat Indonesia.

Minggu malam tanggal 14 Juli 2019, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT Drg. Dominikus Minggu, M.Kes membuka secara resmi kegiatan Penguatan Audit Maternal Perinatal (AMP) Terintegrasi dalam Surveilans Kematian Ibu (SKI) di Hotel T-More Kota Kupang.  Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bidang Kesehatan Masyarakat melalui Seksi Kesehatan Keluarga, Gizi dan KB Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Peserta kegiatan ini berasal dari 11 Kabupaten/Kota terpilih (Kota Kupang, Kupang, TTS, Belu, Lembata, Flotim, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, Sumba Barat, Sumba Timur), masing-masing Kabupaten/Kota sebanyak 3 orang yang terdiri dari pengelola data program kesehatan keluarga Kabupaten/Kota, Bidan Koordinator, dan Bidan Rumah Sakit.  Narasumber selain berasal dari lingkup Dinas Kesehatan Provinsi NTT juga berasal dari IBI NTT dan dokter Spesialis Obgyn dan Anak RSUD W.Z Johannes Kupang.

Latar belakang kegiatan ini adalah Kematian Maternal dan Neonatal yang masih menjadi masalah baik di Indonesia maupun Provinsi NTT. Kematian Ibu di Provinsi NTT tahun 2018 sebanyak 158 kasus dan kematian Bayi sebanyak 1265 kasus. Faktor penyebab kematian Ibu didominasi oleh perdarahan, sedangkan kematian Bayi didominasi oleh BBLR dan Asfiksia. Upaya peningkatan dan pengendalian mutu pelayanan antara lain dilakukan dengan kegiatan AMP. Data AMP tingkat Kabupaten/Kota diharapkan dapat digunakan dalam proses audit di tingkat provinsi untuk menghasilkan kebijakan tingkat tinggi melalui Confidential Enquiries into Maternal (&Neonatal) Deaths (CEMD). Dinas Kesehatan Provinsi dalam kegiatan CEMD berkepentingan untuk mengumpulkan data AMP dari seluruh Kabupaten/Kota di wilayahnya, serta diharapkan dapat memfasilitasi kegiatan AMP di Kabupaten/Kota apabila terjadi kematian lintas batas dan menyediakan pengkajian eksternal bagi Kabupaten/Kota yang memerlukan.

Diharapkan dengan terselenggaranya kegiatan ini akan meningkatan kemampuan Kabupaten/Kota dalam perencanaan program KIA dengan memanfaatkan hasil kegiatan AMP, mengkaji, menganalisis kematian di fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah kerja masing-masing.

Dalam sambutan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi NTT menegaskan bahwa setiap kematian harus di audit. Dicari penyebab kematiannya, apakah berkaitan dengan skill, atau berkaitan dengan sarana dan prasarana yang kurang, atau pun karena infrastruktur yang berkaitan dengan rujukan. Sejalan dengan program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga maka pelayanan tidak hanya di dalam gedung tetapi juga di luar gedung.  Dengan kegiatan di luar gedung kita akan mengetahui secara pasti posis iibu hamil yang resiko tinggi juga kejadian kematian ibu dan bayi di masyarakat.  Jadi tidak adalagi kepala Puskesmas ataupun tenaga kesehatan puskesmas lainnya yang cumaada di dalam gedung, harus mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat.
Ibu Maria Matildis Banda sebagai penulis  Novel Wijaya Kusuma dari Kamar Nomor 3, pada akhir pembukaan berkesempatan berbagi cerita tentang isi Novelnya yang menceritakan bagaimana perjuangan seorang Bidan di desa dan tenaga Kesehatan dalam menyelamatkan seorang ibu yang akan melahirkan.

Kupang , 14 Juli 2019, Warta Dinkes NTT

Setiap tahun seluruh rakyat Indonesia bergembira bersama menyiapkan berbagai acara merayakan hari jadi negeri tercinta. Moment penting ini digunakan seluruh rakyat Indonesia beserta seluruh elemen pemerintahan sebagai moment untuk memacu tekad dalam mengisi nilai-nilai kemerdekaan dengan pembangunan. Hal yang sama dilakukan oleh seluruh rakyat NTT dan elemen pemerintahan, khususnya Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Dinas Kesehatan Provinsi NTT dalam rangka menyambut peringatan Hari UlangTahun (HUT) Republik Indonesia (RI)  Ke 74 bertema “Menuju Indonesia Unggul” tahun 2019 bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT drg. Dominikus Minggu, M.Kes beserta Kepala Bidang dan Kepala Seksi Dinas Kesehatan Provinsi NTT serta jajarannya, Selasa (15/7) menyiapkan berbagai rencana rangkaian kegiatan persiapan menyambut HUT RI ke 74 yang ini dibahas dalam coffemoring di ruang Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Memeriahkan perayaan ini Dinas Kesehatan NTT menyiapkan dua belas agenda penting yang direncanakan menjadi bagian dari rangkaian acara menyambut peringatan HUT RI  Ke 74. Agenda Pertama mengadakan kegiatan donor darahyang  akan di laksanakan di Lantai 1 Kantor Gubernur Provinsi NTT. Kedua melakukan pelayanan administrasi kependudukan berupa Kartu Identitas Anak (KIA) untuk anak usia 0 < 17 tahun dan dokumen administrasi kependudukan lain. Agenda ketiga & keempat melakukan live dengan tema antisipasi perubahan iklim dan melakukan wawancara dengan tenaga kesehatan teladan yang rencananya akan di siarkan di salah satu stasiun tv negeri yaitu TVRI. Agenda kelima melakukan pemberantasan sarang nyamuk di salah satu kelurahan model di Kota Kupang yaitu Kelurahan Manutapen. Keenam Kegiatan pembagian kelambu masal di pulau Semau. Ketujuh melakukan Kaporitisasi di pulau Semau. Kedelapan Pembagian biscuit bagi Ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) & balita di Desa Akle Pulau Semau. Kesembilan mendirikan  Pos Binaan Terpadu (POSBINDU) dilokasi Pameran Pembangunan Kupang. Kesepuluh melakukan Pap Smear. Sebelas menggelar pameran foto orang dengan gangguan jiwa di lokasi Pameran Pembangunan Kupang. Dua belas menggelar lomba menyanyi lagu kebangsaan & lagu pilihan serta vocal group.
Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancer & member manfaat bagi masyarakat dan Negara. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan dan rasa cintatanah air, Negara Kesatuan Republik Indonesia.(wartadinkes)

Pencegahan stunting menjadi prioritas nasional yang juga harus menjadi prioritas dari setiap tingkatan pemerintahan dalam penyusunan rencana dan anggaran pembangunan nasional maupun daerah. Upaya konvergensi pencegahan stunting merupakan pendekatan intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu dan bersama-sama serta melibatkan lintas sektor dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan kegiatan.

Komitmen yang tinggi dari pemerintah daerah Kabupaten Flores Timur bersama seluruh pemangku kepentingan lainnya dalam upaya percepatan pencegahan dan penanganan stunting telah diawali dengan Deklarasi Flores Timur Gempur Stunting pada tanggal 16  November 2018.

Dalam rangka mewujudkan konvergensi percepatan pencegahan stunting di Kab. Flores Timur, perlu dibangun pemahaman dan kerja secara bersama-sama diantara seluruh pemangku kepentingan di daerah ini baik di level kabupaten, kecamatan, dan maupun di level desa/kelurahan. Dengan demikian diharapkan akan terbangun sinergi yang lebih besar untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal dalam konteks percepatan pencegahan dan penanggulangan stunting di daerah.

Kamis, 11 Juli 2019, bertempat di Lapangan Lebao Kelurahan Pukentobi Wangibao – Kec. Larantuka – Kab. Flores Timur – Provinsi  NTT, dilaksanakan kegiatan Rembuk Stunting dan Launching PMT Terfokus Gerobak Cinta (Pelayanan dengan kasih sayang) dengan peserta yang terdiri dari : Bupati dan Wakil Bupati Kab. Flores Timur, Unsur Muspida, Sekretaris Daerah, Anggota DPRD, Pimpinan OPD Lintas sektor terkait lingkup Pemkab Flores Timur, Camat, Kepala Puskesmas, Kepala Desa dan Lurah se Kab. Flores Timur, Lembaga Perguruan Tinggi di Kab. Flores Timur, Tim Penggerak PKK Kabupaten dan Dharmawanita, LSM/Yayasan, Tokoh agama, Tokoh masyarakat, Organisasi perempuan dan organisasi pemuda.

Diharapkan dengan terselenggaranya kegiatan ini Adanya komitmen penurunan stunting yang ditandatangani oleh Bupati, Perwakilan DPRD, para pimpinan OPD, para Camat, para Kepala Desa, dan perwakilan sektor non pemerintah dan masyarakat serta Rencana Kegiatan intervensi gizi terintegrasi penurunan stunting yang telah disepakati oleh lintas sektor untuk dimuat dalam RKPD/Renja OPD serta RKPDes tahun berikutnya.

Kamis, 11 Juli 2019, Warta Dinkes NTT

Sedang Online

We have 13 guests and no members online

Login Anggota

RAKERKESDA PROVINSI NTT, Hotel Aston Kupang, 23 – 26 April 2019, Tema “KOLABORASI PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN ANTARA PUSAT DAN DAERAH MENUJU NTT BANGKIT DAN SEJAHTERA DALAM BINGKAI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA ”

RAKERKESDA PROVINSI NTT, Hotel Aston Kupang, 23 – 26 April 2019, Tujuan : “MENINGKATKAN KOLABORASI PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA DENGAN DUKUNGAN PUSAT DALAM PENGUATAN PELAYANAN KESEHATAN MENUJU CAKUPAN KESEHATAN SEMESTA”

RAKERKESDA PROVINSI NTT, Hotel Aston Kupang, 23 – 26 April 2019, Tema “KOLABORASI PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN ANTARA PUSAT DAN DAERAH MENUJU NTT BANGKIT DAN SEJAHTERA DALAM BINGKAI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA ”

RAKERKESDA PROVINSI NTT, Hotel Aston Kupang, 23 – 26 April 2019, Tujuan : “MENINGKATKAN KOLABORASI PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA DENGAN DUKUNGAN PUSAT DALAM PENGUATAN PELAYANAN KESEHATAN MENUJU CAKUPAN KESEHATAN SEMESTA”

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan Di Fasilitas Kesehatan Yang Memadai