Salam Sehat;
Sehat dimulai dari Saya;
Sehat NTT
Sehat Indonesia

 
Foto Bersama Narasumber dan Peserta Pertemuan
Sumber: Warta Dinkes NTT

Meningkatnya angka kematian ibu di NTT akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan dan patut mendapat perhatian yang intensif dari berbagai pihak tidak terkecuali pihak kesehatan.Faktor yang menjadi penyebab kematian juga terdiri dari berbagai faktor, salah satunya karena perdarahan. Berdasarkan Data Kesga tahun 2017, AKI di NTT mencapai27,1 % dikarenakan perdarahan sedangkan9% diakibatkan oleh perdarahan yang tidak tertangani karena ketidaktersediaan darah tepat waktu (POGI tahun 2015). Menanggapi problematika tersebut Dinas Kesehatan Provinsi NTT melalui Bidang Pelayanan Kesehatan Seksi Pelayanan Primer dan Tradisional menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknik Quickwins Pelayanan Darah sebagai bagian dari penindak lanjutan PERMENKES nomor 92 tahun 2015 tentang petunjuk teknis pelaksanaaan program kerjasamaantara Puskesmas, Unit Transfusi Darah(UTD) dan Rumah Sakit dalam Pelayanan Darah untuk menurunkan angka kematiaan ibu.

Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah menjamin terpenuhinya kebutuhan darah yang aman bagi ibu melahirkan disuatu wilayah dan meningkatkan peran serta masyarakat untuk menjadi pendonor darah sukarela. Kegiatan ini dihadiri oleh 18 Peserta yang berasal dari 6 Kabupaten (Kabupaten Alor, Flores Timur, Malaka, Nagekeo,Ngada dan Sumba Barat) yang terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dan Kepala UTD Kabupaten. Rapat dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT drg. Dominikus Minggu, M.Kes, yang juga sebagai narasumber. Dalamsambutannya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT mengharapkan agar antara Puskesmas, Unit Transfusi Darah dan Rumah Sakit Harus Kabupaten harus saling berkolaborasi untuk penyediaan sarana dan fasilitas pelayanan darah yang memadai dan juga pembenahan manajemen pelayanan dasar melalui kebijakan-kebijakan yang dapat mendukung upaya penurunan angka kematian ibu di NTT. Hal konkrit yang bias dilakukan oleh UTD adalah bukan hanya melayani darah tetapi juga harus mempunyai  data dasar calon pendonor darah, memahami secara manajemen pengelolaan dan alur pengambilan dari data-data calon pendonor yang bertujuan untuk menjamin ketersediaan darah sesuai kebutuhan dan tepat waktu.
Adapun output yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya nota kesepahaman (MoU) antara puskesmas, rumah sakit, dan UTD dalam pelayanan darah untuk menurunkan angka kematian ibu.
 

Foto :Penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) antara puskesmas, RS dan UTD
drg. Bonar B. Sinaga, M. Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat salah satu peserta pertemuan ini mengatakan bahwa pertemuan ini sangat bermanfaat sehingga perlu pemantapan kerjasama Dinkes, Rumah Sakit dan UTD, dan juga perlunya recruitment dan peningkatan kapasitas tenaga transfuse darah sehingga quickwins pelayanan darah dapat menjawab kebutuhan darah sehat dan berkwalitas di NTT.

Kupang, 8 Juli 2019, Warta Dinkes NTT.

**Berita Ini disiarkan oleh Warta Dinkes Provinsi NTT, Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui alamat e-mail This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.**


Kasus kematian bayi pada tahun 2018 sebanyak 1.265 kasus mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya terutama di beberapa kabupaten di Provinsi NTT. Menaggapi isu tersebut Dinas Kesehatan Provinsi NTT bekerjasama dengan Action Against Hunger (AAH) mengadakan workshop Pengembangan Kurikulum Management Terpadu Balita Sakit (MTBS) dengan sasaran utama mahasiswa kesehatan.
MTBS adalah Pendekatan terpadu dalam pengelolaan balita yang sakit dengan focus secara menyeluruh pada kesehatan anak usia 0-59 bulan (balita). Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT dengan jumlah peserta sebanyak 60 orang yang berasal dari Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten Kupang, Poltekkes Kupang, STIKES CHMK, STIKES Maranatha serta Dokter/bidan & Perawat se-Provinsi NTT. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT drg. Dominikus Minggu, M.Kes, yang juga sebagai narasumber beserta Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Prov. NTT & Direktur Poltekkes Kupang.
Memasukkan MTBS dalam system kurikulum pendidikan diharapkan mampu mempersiapkan mahasiswa kesehatan dalam menggunakan metode MTBS saat praktek di lapangan sehingga dapat membantu mengurangi mortalitas & morbiditas kematian bayi di Provinsi NTT. Konsep pendekatan MTBS yaitu bentuk strategi pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk mengurangi angka kematian, morbiditas dan kecacatan bayi dan balita di puskesmas yang tidak memiliki dokter. (wartadinkes)

Kupang, 4 Juli 2019, Warta Dinkes NTT

Hasil Riskesdas Tahun 2018

Dapat Diunduh Disini

Sedang Online

We have 15 guests and no members online

Login Anggota

RAKERKESDA PROVINSI NTT, Hotel Aston Kupang, 23 – 26 April 2019, Tema “KOLABORASI PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN ANTARA PUSAT DAN DAERAH MENUJU NTT BANGKIT DAN SEJAHTERA DALAM BINGKAI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA ”

RAKERKESDA PROVINSI NTT, Hotel Aston Kupang, 23 – 26 April 2019, Tujuan : “MENINGKATKAN KOLABORASI PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA DENGAN DUKUNGAN PUSAT DALAM PENGUATAN PELAYANAN KESEHATAN MENUJU CAKUPAN KESEHATAN SEMESTA”

RAKERKESDA PROVINSI NTT, Hotel Aston Kupang, 23 – 26 April 2019, Tema “KOLABORASI PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN ANTARA PUSAT DAN DAERAH MENUJU NTT BANGKIT DAN SEJAHTERA DALAM BINGKAI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA ”

RAKERKESDA PROVINSI NTT, Hotel Aston Kupang, 23 – 26 April 2019, Tujuan : “MENINGKATKAN KOLABORASI PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA DENGAN DUKUNGAN PUSAT DALAM PENGUATAN PELAYANAN KESEHATAN MENUJU CAKUPAN KESEHATAN SEMESTA”

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan Di Fasilitas Kesehatan Yang Memadai