Headline News

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan Di Fasilitas Kesehatan Yang Memadai

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan Di Fasilitas Kesehatan Yang Memadai

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan Di Fasilitas Kesehatan Yang Memadai

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan Di Fasilitas Kesehatan Yang Memadai

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan Di Fasilitas Kesehatan Yang Memadai

HASIL RISET KESEHATAN DASAR (RISKESDAS) DI BATAM TAHUN 2018


•    Status gizi buruk/kurang dan stunting balita agak menurun dibandingkan tahun 2013, namun masih tetap tinggi
•    Obesitas dan obesitas central pada dewasa naik
•    Trend Pelayanan Kesehatan Ibu hamil, Ibu Nifas, Ibu bersalin sedikit membaik dibandingkan data tahun 2013
•    Pelayanan Kesehatan bayi dan anak sedikit membaik dibandingkan data tahun 2013
•    Prevalensi Penyakit Menular melalui Dx Tenaga Kesehatan sedikit  turun, kecuali Filariasis  (meningkat).  
•    Trend Penyakit Tidak Menular (hipertensi, obesitas, penyakit kronis; kanker, stroke, penyakit ginjal kronik) naik dibandingkan data tahun 2013
•    Indikator GERMAS (aktivitas fisik,  tidak merokok) belum menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun 2013, namun makan buah dan sayur menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun 2013.
•    Proporsi cedera sedikit  turun dibandingkan tahun 2013. Cedera karena kecelakaan lalu lintas relatif  tinggi, terutama di beberapa kabupaten.  Remaja lebih tidak patuh menggunakan helm.
•    Riskesdas 2018 menghasilkan data disabilitas pada lansia (umur ≥ 60 th), yang dapat digunakan untuk justifikasi pengembangan longterm care

 

 

Rencana Tindak Lanjut Hasil Riskesada di Batam :

1.    Lebih memperhatikan waktu dan mekanisme rekrutmen enumerator sehingga tidak terkesan terburu – buru dan tidak profesional
2.    Tidak membatasi keberadaan PJT kabupaten/kota di lapangan, apabila kekurangan dana dapat dilakukan sharing budget
3.    Dalam upaya menurunkan bumil KEK dan masalah Gizi disarankan pemebrian PMT dalam bentuk pangan lokal , tablet FE. Sedangkan biskuit hanya berupa makanan tambahan makanan selingan (Snack)
4.    Bentuk pangan lokal berupa ikan, telur, kacang hijau dan kelor atau berdasarkan hasil bumi pada daerah masing – masing disesuaikan dengan pedoman menu Gizi seimbang. Selain itu perlu dibangun TFC (Theurupeutik Feeding Center) untuk penanganan gizi buruk dan CFC (Commanity Feeding  Center) untuk penanganan gizi kurang dan mempertahankan gizi baik di masyarakat.
5.    Penanganan Gizi Buruk perlu melibatkan lintas sektor, swasta, filantrofi dan akademis
6.    Untuk meningkatkan aktifitas fisik guna menurunkan penyakit digenerative yang cenderung meningkat maka perlu menggaunkan kembali GERMAS dengan berolahraga (peregangan fisik) 30 menit setiap hari.
Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari di Batam tanggal (16-18 Desember 2018).