Headline News

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan Di Fasilitas Kesehatan Yang Memadai

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan Di Fasilitas Kesehatan Yang Memadai

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan Di Fasilitas Kesehatan Yang Memadai

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan Di Fasilitas Kesehatan Yang Memadai

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan Di Fasilitas Kesehatan Yang Memadai

PELATIHAN QUICWINS PELAYANAN DARAH/

PELATIHAN PENGELOLAAN PROGRAM KERJASAMA ANTARA PUSKESMAS, UNIT TRANSFUSI DARAH, DAN RUMAH SAKIT DALAM PELAYANAN DARAH UNTUK MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU

Data rutin Direktorat Kesehatan Keluarga tahun 2016, penyebab kematian ibu terbanyak adalah akibat perdarahan sebesar 27%, Hipertensi Dalam Kehamilan / HDK (26%), gangguan sistem peredaran darah seperti penyakit jantung, stroke, lain-lain (9%) dan infeksi (5%). Komplikasi selama kehamilan dan persalinan berupa perdarahan terjadi pada 12% kasus (SDKI, 2012).
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan darah dalam penurunan AKI akibat perdarahan. Upaya pemerintah untuk menjamin ketersediaan darah sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan darah diamanahkan di dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015–2019. Peraturan Presiden tersebut menekankan dilaksanakannya reformasi di bidang kesehatan dengan fokus utama peningkatan pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan darah adalah salah satu dari pelayanan kesehatan dasar.
Pelayanan darah adalah upaya pelayanan kesehatan yang memanfaatkan darah manusia sebagai bahan dasar dengan tujuan kemanusiaan dan tidak untuk tujuan komersial. Kegiatan pelayanan darah meliputi perencanaan, rekrutmen dan seleksi pendonor darah, penyediaan darah, pendistribusian darah, dan tindakan medis pemberian darah kepada pasien untuk tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Peran Puskesmas dalam program kerja sama tersebut diterapkan untuk memperkuat Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) yang selama ini telah dijalankan di Puskesmas. Penguatan P4K dilakukan melalui peningkatan kegiatan rekrutmen dan seleksi awal calon pendonor darah oleh tenaga kesehatan di Puskesmas. Kegiatan ini dilaskanakan di Hotel Belafita Kupang (20-25 Mei 2018)