Print
Category: Publikasi
Hits: 918

Jakarta, Musik klasik gubahan John Coltrane atau Mozart ternyata tak hanya enak didengar. Sebuah studi dari Amerika Serikat mengatakan musik klasik dapat meredam kejang-kejang yang dialami pasien epilepsi.


Peneliti dari Ohio State University, Dr Christine Charyton mengatakan 80 persen pasien epilepsi mengalami kejang yang bermula di lobus temporal otak. Lobus temporal juga merupakan bagian otak yang berfungsi untuk mengenali musik dan suara.

"Ketika pasien epilepsi mengalami kejang, lobus temporal otak yang paling terpengaruh, sehingga mereka akhirnya tidak sadarkan diri," tutur Dr Charyton, dikutip dari ABC Australia, Rabu (12/8/2015).

Penelitian Dr Charyton dilakukan kepada lebih dari 20 orang pengidap epilepsi di Epilepsy Monitorin Unit, Ohio State University. Para partisipan diminta untuk tidak mendengarkan apapun selama 10 menit, dan diikuti dengan alunan musik dari Coltrane dan Mozart selama 10 menit.

Gelombang otak para partisipan selama periode waktu tersebut diamati oleh para peneliti. Hasilnya menunjukkan bahwa sensasi yang diterima oleh otak pasien epilepsi berbeda dengan sensasi partisipan sehat, dan ini memengaruhi periode kejang-kejang yang mereka alami.

"Kami tidak menemukan ada satu pasien pun yang mengalami kejang ketika mendengarkan musik ini," tambah Dr Charyton lagi.

Profesor Mark Cook, Presiden dari Epilepsy Foundation of Victoria sekaligus Direktur Departemen Neurologi dari St Vincent's Hospital Melbourne mengakui bahwa penelitian ini merupakan terobosan baik bagi penanganan epilepsi. Dengan penelitian lebih lanjut, bisa jadi musik klasik merupakan terobosan baru bagi terapi pasien epilepsi.

"Terapi apapun yang tidak menggunakan obat dan operasi tentunya akan bermanfaat bagi pasien, termasuk terapi musik. Jika saya seorang pasien epilepsi, tentunya saya akan sangat tertarik untuk mencoba terapi ini," paparnya.
Sumber : detikhealt, 22 Januari 2016