Dengan semangat membara pengabdian masyarakat demi Generasi Sehat menuju NTT Bangkit NTT Sehat, Dinas Kesehatan Provinsi NTT berserta jajaran pejuang kesehatan menyiapkan berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 Tahun 2019 dengan tema “Generasi Sehat, Indonesia Unggul”.

Donor darah merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI provinsi NTT kegiatan berlangsung selama satu hari yang diadakan di Aula Lantai 1 Dinas Kesehatan Provinsi NTT pada hari jumat(1/11/2019). Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg Dominikus Minggu, M.Kes mengawali kegiatan sebagai pendonor pertama.

Sejumlah pegawai terlihat antusias turut serta mengikuti kegiatan tersebut. Tidak hanya pegawai, masyarakat umum terlihat turut menjadi pendonor. Hasil dari kegiatan donor darah ini akan disumbangkan ke RSU W.J. Yohannes Kupang, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

hkn1  hkn2

Beberapa kegiatan lain yang akan diadakan dalam rangka HKN tahun 2019 berupa pengabdian kepada masyarakat di 3 desa, seminar nasional, lomba-lomba, senam, dan jalan kaki. Fokus kegiatan tahun ini yaitu bersentuhan langsung denga nmasyarakat.(wartadinkes)

Jumat 4/10/19 Menteri Kesehatan (Menkes) RI Nila Moeloek dan rombongan mengunjungi Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam rangka Memperingati Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga). Pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah yang mengangkat tema “Keluarga Indonesia Bebas Kaki Gajah” ini rutin di laksanakan setiap tahun bulan Oktober.

Ibu Menteri dan rombongan melakukan beberapa transit kendaraan sebelum tiba di Malaka NTT. Berawal dengan menggunakan transportasi udara, Ibu Menteri dan Rombongan bertolak dari bandara Soekarno Hatta Jakarta menuju ke Bandara El-Tari Kupang.Kedatangan rombongan Menkes di Bandara Eltari Kupang disambut oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang didampingi oleh Politeknik Kesehatan (Poltekkes), Organisasi Profesi dan Perwakilan BPJS.

Sebelum melanjutkan perjalanan Ibu Menteri dan rombongan beristirahat di Lounge Concordia Bandara Eltari Kupang, sambil menunggu penerbangan selanjutnya ke Bandara A. A. Bere Tallo Atambua untuk selanjutnya menempuh perjalanan darat selama 1,5 hingga 2 jam menuju Malaka. Menteri Kesehatan yang menjabat sejak Tahun 2014  ini menikmati waktu tunggunya dengan sungguhan yang disediakan seperti jagung rebus, ubi rebus, dan pisang rebus.Usai break sejenaknya Meteri Kesehatan RI beserta rombongan melanjutkan penerbanganke Atambua bersama Kepala Dinas Kesehatan NTT.

menkes1

Semoga dengan perjalanan panjang yang di tempuh Ibu Menteri Kesehatan dan rombongan menjadi penyemangat tersediri bagi seluruh masyarakat NTT untuk menuju NTT bangkit, NTT Sehat.(wartadinkes)

Sejalan dengan Kebijakan Presiden Negara Republik Indonesia (RI) terkait peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Program Kementerian Kesehatan yaitu Program Indonesia SehatPendekatanKeluarga (PIS-PK), Dinas Kesehatan (DINKES) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)menjalankan tugas dan fungsinya bekerjasama dengan berbagai pihak dalam memberikan kebijakan untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pelayanan agar menjangkau seluruh masyarakat Provinsi NTT. Salahsatukerjasamayang terjalinyaitudenganUnited Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) yang berada dibawah naungan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dengan focus terkait masalah ibu dan anak.

Kepala Dinas Kesehatan, drg. Dominikus Minggu, M.Kes menerimakunjunganperwakilan UNICEF yang dipimpin dr. Vama Chrisnadarmani kekantor Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur diruang kerjanya untukmembahaskerjasama yang sudah terjalin selama ini. Ditemani secangkir kopi hangat percakapan semakin menarik membahas terkait mengintegrasikan kebijkan pusat dan kebijakan Gubernur Nusa Tenggara Timur yang diterapkan Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan UNICEF dalam proses kerjasama untuk menyelesaikan masalah kesehatan. Terdapat tiga tahap integrasi yang diterapkan dimulai dari perencanaan, implementasi & evaluasi. Pada tahap perencanaan sebagai contoh Dinas Kesehatan menyampaikan beberapa masalah utama kesehatan terkait ibu dan anak yang terjadi di provinsi NTT seperti stunting dan gizi buruk untuk kemudian bersam UNICEF memilih kegiatan terkait prioritas masalah yang ditentukan. Pada tahap implementasi, kegiatan dijalankan sesuai peran masing-masing (Dinas Kesehatan, UNICEF &stake holder)untuk mencapai tujuan bersama.Pada tahap evaluasi, kegiatan evaluasi post training, penyusunan quisioner dan perencanaan kembali kegiatan kedepannya dilakukan bersama-sama. Isu lain yang turut hangat diperbincangkan adalah penanggulangan dan penanganan masalah kesehatan bayi & balita dalam kerjasama yang terjalin antar Dinas Kesehatan dan UNICEF terkait masalah stuntingdan gizi buruk yang menjadi perhatian penting karena tingginya kasus yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur berdasarkan standar nasional.
Kerjasama Dinkes dan UNICEF dirasa sudah sangat baik dengan memikul tanggung jawab bersama,  kerja tim yang kuat,efisiensi, efektifitas, visi yang sama yaitu percepatan penurunan angka kematian Ibu dan bayi, stunting dan gizi buruk serta nilai kepercayaan untuk dapat menuju ke arah yang lebih baik seperti yang disampaikan drg. Dominikus Minggu, M.Kes dalam pertemuan tersebut. UNICEF juga berperan aktif dan berkontribusi dalam setiap tahapan kegiatan, member bantuan besar dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang ada diProvinsi NTT. Diharapkan kerjasama ini dapat terus terjalin dan membawa derajat kesehatan masyarakat NTT kearah yang lebih baik.(Wartadinkes)

unicef1    unicef2

Kamis,18 Juli 2019

Suara sirine bergeman yaring di Halaman Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT pagi 10/9/2019 menandakan resmi dibukanya kegiatan Jambore Kader PKK dan Kader Posyandu Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bertemakan “Dengan Semangat Jambore kader PKK dan Kader Posyandu Tahun 2019, Bersama Kita Cegah Stunting” kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Gubernur NTT, Josef A.NaiSoi dan dihadiri oleh perwakilan dari Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten/Kota, perwakilan dari Dinas PMD Kabupaten/Kota dan Perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT serta para kader berprestasi dari 22 Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT.

Kegiatan dari hasil kerjasama Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Dinas PMD Provinsi NTT dan Dinas Kesehatan Provinsi ini berlangsung semarak dengan sungguhan atraksi serta yel-yel yang dibawakan oleh kader PKK dan Kader Posyandu menggunakan baju adat dari masing-masing kabupaten/kota. Kegiatan berlangsung selama 3 hari dimulai dari tanggal 9-11 September 2019.

Seluruh peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian lomba yang diadakan, terdiriatas Lomba-lomba Program dan lomba penyuluhan lomba Gembira Beregu. Lomba-lomba Program terdiri atas 6 program yaitu program Sekretaris lomba pidato, program pokja 1, 2, 3, 4 berupa lomba penyuluhan, dan program kader posyandu, sedangkan lomba penyuluhan lomba Gembira Beregu yang terdiri atas lomba “Defile/Parade Pakaian Adat Daerah NTT”, Lomba “Pesan Berantai” dan Lomba “Permainan Ular Tangga PHBS”.

Diharapkan kegiatan ini dapat member motivasi Bagi Kader PKK &Kader Posyandu untuk berperan lebih aktif, mengertahui daya serap, kepedulian dan tanggung jawab dalam pemanfaatan sumberdaya yang tersedia di wilayah kerja secara efektif dan efisien. Mampu meningkatkan kapasitas kader PKK dan Kader Posyandu agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara professional, sekaligus member penghargaan atas pengabdiannya selama ini.
Josef A.Nai Soi menyampaikan dalam sambutannya “Kader adalah orang yang tidak pernah putus dan tidak pernah menyerah.” Beliau menyakini Kader PKK dan Posyandu bahwa semangatnya benar- benarmilitan. “Ibu-ibu PKK dan Kader yang menciptakan anak yang cerdas” tambahnya.

jambore1 jambore2

Beliau berharap usai diadakannya kegiatan ini peserta kembali ke daerah masing-masing dengan membawa plan of action untuk langsung bekerja untuk perubahan menuju NTT Jaya, NTT bebas stunting.(wartadinkes)

Wartadinkes, NTT
Salam Sehat;
Sehat Dimulai Dari Saya;
Sehat NTT
Sehat Indonesia

 
Meningkatnya angka kematian ibu di NTT akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan dan patut mendapat perhatian yang intensif dari berbagai sektor tidak terkecuali sektor kesehatan. Penyebab utama kematian bayi baru lahir  yang sering terjadi antara lain pernafasan (asfiksia), prematuritas dan sepsis (laporan SDKI ). Fakta lain menyebutkan bahwa masih ada faktor risiko diantaranya akses layanan rujukan dan kualitas pelayanan dan penangannnya serta kompetensi pemberi pelayanan kesehatan pada tata laksana bayi baru lahir.   Dalam laporan SDGs oleh Bappenas tahun 2017, kematian neonatal atau bayi baru lahir di NTT sebesar 26 per 1000 kelahiran hidup (nasional 20 per 1000 kelahiran hidup) dan kematian balita sebesar 58 per 1000 kelahiran hidup (nasional 42 per 1.000 kelahiran hidup). Menyikapi  problematika tersebut Dinas Kesehatan Provinsi NTT melalui Seksi  Kesehatan Keluarga, Gizi dan KB  bersama UNICEF dan LSM YASATU menggelar pertemuan yang membahas tentang pembentukan Tim Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak Di Provinsi Nusa Tenggara Timur.  

Adapun tujuan dari pelaksanaan pertemuan ini adalah untuk membentuk tim terpadu peningkatan mutu pelayanan kesehatanibu dan anak serta percepatan penanggulangan stuntingdi Provinsi NTT. Pertemuan ini dihadiri oleh 27 peserta yang berasal dari lingkup Dinas Kesehatan Provinsi NTT, perwakilan dari UNICEF dan LSM YASATU yang bertempat di Aula Dinas Kesehatan Provinsi NTT. Rapat dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT drg. Dominikus Minggu, M.Kes.  Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi  NTT mengharapkan dengan dibentuknya tim percepatan ini, kajian dan dukungan teknis pada kabupaten/kota dalam layanan kesehatan ibu dan anak dapat dilaksanakan secara lebih terstruktur sehingga upaya pencegahan kematian ibu dan bayi baru lahir dapat dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien.  

Output yang dihasilkan dari pertemuan ini adalah adanyaSK Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT tentang tim terpadu peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak serta percepatan penanggulangan Stunting, dokumen tugas, wewenang dan tanggung jawab tim mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak, dokumen rencana kerja tim peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak,cheklist mentoring dan monitoring kualitas pelayanan bayi baru lahir rumah sakit kabupaten terpilih serta buku pedoman action plan/ Rencana Aksi Daerah- Kesehatan Bayi Baru Lahir Di Tingkat Provinsi NTT.

Kupang, 17 Juli 2019

Sedang Online

We have 11 guests and no members online

Login Anggota

RAKERKESDA PROVINSI NTT, Hotel Aston Kupang, 23 – 26 April 2019, Tema “KOLABORASI PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN ANTARA PUSAT DAN DAERAH MENUJU NTT BANGKIT DAN SEJAHTERA DALAM BINGKAI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA ”

RAKERKESDA PROVINSI NTT, Hotel Aston Kupang, 23 – 26 April 2019, Tujuan : “MENINGKATKAN KOLABORASI PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA DENGAN DUKUNGAN PUSAT DALAM PENGUATAN PELAYANAN KESEHATAN MENUJU CAKUPAN KESEHATAN SEMESTA”

RAKERKESDA PROVINSI NTT, Hotel Aston Kupang, 23 – 26 April 2019, Tema “KOLABORASI PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN ANTARA PUSAT DAN DAERAH MENUJU NTT BANGKIT DAN SEJAHTERA DALAM BINGKAI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA ”

RAKERKESDA PROVINSI NTT, Hotel Aston Kupang, 23 – 26 April 2019, Tujuan : “MENINGKATKAN KOLABORASI PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA DENGAN DUKUNGAN PUSAT DALAM PENGUATAN PELAYANAN KESEHATAN MENUJU CAKUPAN KESEHATAN SEMESTA”

REVOLUSI KIA NTT : Semua Ibu Hamil Melahirkan Di Fasilitas Kesehatan Yang Memadai